Pagi ini, setelah kurang lebih 3 hari sejak website ini terkena google sandbox, saya berfikir dan merenung. Apa Salah Daku? sehingga harus di penjara oleh si mbah google dan sampai dengan pagi ini website saya belum juga di bebaskan oleh si embah. padahal isi dari website ini 90% adalah Asli tanpa copas kecuali di bagian berita yang sedikit saya copas dari sumber-sumber tertentu (mengingat itu adalah kerjaannya om wartawan).
Akhirnya daku menyadari, daku telah berbuat kesalahan kepada si embah, mungkin dengan terlalu "sengaja" menyasar keyword-keyword tertentu sehingga kelihatannya seperti nyepam, atau terlalu bersemangat mencari backlink dengan PR tinggi maupun PR rendah yg dofollow mungkin seperti blog ini Jovieblog dan blog ini subagyablog
Memang sejak google pinguin di rilis, si embah semakin ketat menerapkan aturan-aturan mainnya tuk bermain di perSEOan di dunia maya ini. saya masih ingat, salah satu weblog saya sempat merajai beberapa kata kunci di google namun setelah update algoritma pinguin, maka selesailah nasib weblog saya yg sudah terhitung sepuh itu.
oh iya, kita kembali ke pokok bahasan masalah yakni bagaimana mengatasi google sandbox.
Menurut literatur-literatur di dunia maya yang saya baca, cara agar kita keluar dri google sandbox adalah sebagai berikut :
1. Kita harus menyadari kekeliruan kita terlebih dahulu dan segera memperbaikinya terkait pelanggaran-pelanggaran algoritma yang telah di tetapkan oleh google
2. setelah kita menyadari point pertama, langkah selanjutnya adalah kita harus mengupdate artikel yang terkena google sandbox dengan sedikit perubahan, mungkin dengan menambahkan atau mengurangi beberapa kalimat di dalam artikel tersebut.
3. kemudian kita di wajibkan membuat artikel baru yang berisi "Pengakuan Dosa" mengapa bisa terkena google sandbox sebagaimana artikel ini di buat. dan di dalam artikel baru tersebut, harus di sertakan link dari URL yang terkena sandbox, link dari search enginenya si mbah google, kemudian minimal 2 buah link dari website/weblog yang berpagerank 3 keatas
4. dan yang terpenting, artikel baru yang akan kita buat tersebut harus asli dari karangan kita sendiri, bukan dari copas, karena hal itu akan sia-sia saja jika susunan kalimatnya merupakan hasil copas.
5. bersabar dan berdoa, semoga saja si embah dapat segera meninjau kembali (PK) dan segera membebaskan website/weblog kita dari penjara pasirnya yang menakutkan.
mungkin itu sedikit tips dari saya, semoga kedepan kita dapat bertarung di perSEOan di dunia maya ini dengan lebih berhati hati dan selalu senantiasa memperhatikan dan mengikuti aturan algoritma dari si embah google
Akhirnya daku menyadari, daku telah berbuat kesalahan kepada si embah, mungkin dengan terlalu "sengaja" menyasar keyword-keyword tertentu sehingga kelihatannya seperti nyepam, atau terlalu bersemangat mencari backlink dengan PR tinggi maupun PR rendah yg dofollow mungkin seperti blog ini Jovieblog dan blog ini subagyablog
Memang sejak google pinguin di rilis, si embah semakin ketat menerapkan aturan-aturan mainnya tuk bermain di perSEOan di dunia maya ini. saya masih ingat, salah satu weblog saya sempat merajai beberapa kata kunci di google namun setelah update algoritma pinguin, maka selesailah nasib weblog saya yg sudah terhitung sepuh itu.
oh iya, kita kembali ke pokok bahasan masalah yakni bagaimana mengatasi google sandbox.
Menurut literatur-literatur di dunia maya yang saya baca, cara agar kita keluar dri google sandbox adalah sebagai berikut :
1. Kita harus menyadari kekeliruan kita terlebih dahulu dan segera memperbaikinya terkait pelanggaran-pelanggaran algoritma yang telah di tetapkan oleh google
2. setelah kita menyadari point pertama, langkah selanjutnya adalah kita harus mengupdate artikel yang terkena google sandbox dengan sedikit perubahan, mungkin dengan menambahkan atau mengurangi beberapa kalimat di dalam artikel tersebut.
3. kemudian kita di wajibkan membuat artikel baru yang berisi "Pengakuan Dosa" mengapa bisa terkena google sandbox sebagaimana artikel ini di buat. dan di dalam artikel baru tersebut, harus di sertakan link dari URL yang terkena sandbox, link dari search enginenya si mbah google, kemudian minimal 2 buah link dari website/weblog yang berpagerank 3 keatas
4. dan yang terpenting, artikel baru yang akan kita buat tersebut harus asli dari karangan kita sendiri, bukan dari copas, karena hal itu akan sia-sia saja jika susunan kalimatnya merupakan hasil copas.
5. bersabar dan berdoa, semoga saja si embah dapat segera meninjau kembali (PK) dan segera membebaskan website/weblog kita dari penjara pasirnya yang menakutkan.
mungkin itu sedikit tips dari saya, semoga kedepan kita dapat bertarung di perSEOan di dunia maya ini dengan lebih berhati hati dan selalu senantiasa memperhatikan dan mengikuti aturan algoritma dari si embah google



0 komentar