Tiket Pesawat Lion Air : Contoh Tiket Elektronik Lion Air
Maskapai Lion Air
Harga Tiket Pesawat Lion Air :
Lion Air adalah nama sebuah maskapai penerbangan berbiaya murah yang berasal dari Indonesia. Maskapai ini melayani penerbangan domestik maupun internasional. Lion Air merupakan maskapai pertama di Indonesia yang menggunakan armada jenis Boeing 737-900ER dengan jumlah yang cukup banyak. Armada maskapai tersebut digunakan untuk penerbangan domestik dan internasional (Singapura, Kuala Lumpur, Ho Chi Minh).
Armada Lion Air per April 2012 terdiri dari:
61 Boeing 737-900ER (Total pemesanan 166 + 29 = 195)
2 Boeing 737-300 (Keluar dari armada tahun 2013)
9 Boeing 737-400 (Keluar dari armada tahun 2013)
2 Boeing 747-400
4 McDonnell Douglas MD-90 (Keluar dari armada tahun 2013)
Armada Lion Air dalam pemesanan terdiri dari:
201 Boeing 737 Max (Dalam Pemesanan)
12 Boeing 737-800 (Pengalihan pesanan dari seri -900ER)
140 Boeing 737-900ER (166 - 55 + 29 = 140)
Sejarah
Perjalanan panjang yang telah ditempuh Lion Air berawal dari penerbangan domestik yang kecil. Setelah 13 tahun pengalaman di bisnis wisata yang ditandai dengan kesuksesan biro perjalanan Lion Tours, kakak-beradik Kusnan dan Rusdi Kirana bertekad menjadikan impian mereka untuk memiliki usaha penerbangan menjadi kenyataan. Dibekali ambisi yang tinggi dan modal awal 10 juta dolar Amerika Serikat, Lion Air secara hukum didirikan pada bulan Oktober tahun 1999. Namun pengoperasian baru berjalan di mulai pada tanggal 30 Juni tahun 2000, dengan menggunakan sebuah pesawat Boeing 737-200. Saat ini, Rusdi Kirana sebagai salah satu pemilik Lion Air memegang jabatan sebagai Presiden dan juga Direktur.
Hingga pertengahan 2005, bersama dengan penerbangan internasional lainnya, Lion Air menempati Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta; sedangkan perusahaan penerbangan lokal atau penerbangan domestik menempati Terminal Satu. Faktor tersebut, selain mampu memberikan para penumpang kemudahan penerbangan sambungan ke Indonesia atau dari Indonesia ke tujuan internasional lainnya, juga memberikan keuntungan lebih dari segi prestise. Tetapi kemudian Lion Air dipindahkan ke Terminal 1A dan penerbangan ke Pulau Sumatera,Batam,Pangkalpinang,dan Palangkaraya dioperasikan di terminal 1B(mulai 11 Oktober 2010)hingga saat ini. Sedangkan semua penerbangan internasional Lion Air dilayani dari terminal 2E.
Pada 2005, Lion Air memiliki 24 pesawat penerbangan yang terdiri dari 19 seri McDonnell Douglas MD-82 dan 5 pesawat DHC-8-301. Untuk memenuhi layanan yang rendah biaya, armada Lion Air didominasi oleh MD-80 karena efisiensi dan kenyamanannya. Dalam upaya meremajakan armadanya, Lion Air telah memesan 178 Boeing 737-900ER yang akan diantar bertahap dari 2007 hingga 2014. Lion Air berencana bersaing baik dengan Garuda Indonesia maupun Saudi Arabian Airlines untuk menerbangi rute-rute umroh bahkan haji dengan pesawat Boeing 747-400. 2 (dua) Pesawat Boeing 747-400 sudah masuk dalam armadanya.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Lion_Air
Walaupun dari sisi harga bersaing, namun kami menawarkan program-program tour yang tidak membosankan. Paket tour kami akan memberikan kesan yang berarti selama anda mengikuti program-program tour kami.
PESANAN ANDA AKAN SEGERA KAMI PROSES JIKA HARGA YANG ANDA DAPATKAN MASIH ADA.
ANDA AKAN SEGERA MENERIMA KONFIRMASI SMS DARI KAMI JIKA PESANAN ANDA BERHASIL KAMI BOOKING
Harga Tiket Pesawat Murah Promo Dari/from :
Makassar/Makasar/Ujung Pandang (UPG) ke-to Jakarta (CGK) =
Bali/Denpasar(DPS)
Balikpapan (BPN)
Bandung (BDO)
Banyuwangi (DQJ)
Bima (BMU)
Baubau (BUW)
Buli (WUB)
Ende (ENE)
Fak Fak (FKQ)
Gorontalo (GTO)
Gunung Sitoli (GNS)
Ho Chi Minh City (SGN)
Jeddah (JED)
Kaimana (KNG)
Kendari (KDI)
Kota Baru (KBU)
Kuala Lumpur (KLIA) (KUL)
Labuhan Bajo (LBJ)
Labuha (LAH)
Lhokseumawe (LSW)
Nabire (NBX)
Natuna Ranai (NTX)
Palu (PLW)
Pangkal Pinang (PGK)
Pekan Baru (PKU)
Penang (PEN)
Pomalaa (PUM)
Poso (PSJ)
Semarang (SRG)
Sibolga (AEG)
Silangit (DTB)
Singapore (SIN)
Sorong (SOQ)
Sumbawa (SWQ)
Surabaya (SUB)
Tahuna (NAH)
Tambolaka (TMC)
Tanjung Pinang (TNJ)
Tarakan (TRK)
Ternate (TTE)
Tobelo (KAZ)
Tual (LUV)
Waingapu (WGP)
Ambon (AMQ)
Jayapura (DJJ)
Palembang (PLM)
Banda Aceh (BTJ)
Jogjakarta / Yogyakarta (JOG)
Solo (SOC)
Pontianak (PNK)
Palangkaraya (PKY)
Padang (PDG)
Medan (MES)
Bengkulu (BKS)
Bandar Lampung (TKG)
Timor Leste
Menado (MDC)
Biak
Banjarmasin (BJM)
Samarinda
Mataram/Lombok (AMI)
Malang (MLG)
Merauke (MKW)
Meulaboh (MEQ)
Maumere (MOF)
Melanguane (MNA)
Mamuju (MJU)
Malacca (MKZ)
Lion air,
Sriwijaya Air, Batavia Air, Garuda Indonesia Airlines, Air Asia,
Citilink, Kalstar, Trigana Airways, Express Air, Trans Nusa, Merpati
Airlines, Mandala Airlines
Tiket pesawat via online dapat anda cari di website kami. Konsultasikan dengan operator tiket pesawat tentang harga tiket pesawat murah dan promo dan lakukan booking tiket online
Denpasar/Bali ke-to Jakarta (CGK)
Lion Air, Sriwijaya Air, Batavia Air, Garuda Indonesia Airlines, Air Asia, Citilink, Kalstar, Trigana Airways, Express Air, Trans Nusa, Merpati Airlines, Mandala
Range Kisaran Harga Maskapai 2012 dan 2013 :
Lion Air : Rp.412.223,- s/d Rp.560.502,- (kisaran harga di kelas promo)
Sriwijaya : Rp.380.089,- s/d Rp.600.234,-
Harga Tiket Pesawat Murah Promo Jakarta ke Bali
Tiket pesawat via online dapat anda cari di website kami. Konsultasikan dengan operator tiket pesawat tentang harga tiket pesawat murah dan promo dan lakukan booking tiket online
Harga Tiket Pesawat Murah Promo dari Medan ke Jakarta
Tiket pesawat via online dapat anda cari di website kami. Konsultasikan dengan operator tiket pesawat tentang harga tiket pesawat murah dan promo dan lakukan booking tiket online
Harga Tiket Pesawat Murah Promo Palembang Ke Jakarta.
Tiket pesawat via online dapat anda cari di website kami. Konsultasikan dengan operator tiket pesawat tentang harga tiket pesawat murah dan promo dan lakukan booking tiket online
Mengapa di katakan Efek balon, karena seperti balon, semakin banyak isi angin di balon tersebut, maka kemungkinan balon tersebut itu hancur/pecah semakin besar. begitu pula dengan bisnis tiket pesawat ini, semakin banyak pemain di bidang ini, maka pemain-pemain yang lemah dan tidak berpengalaman akan hancur. apalagi di era modern ini berbagai macam tekhnik pemasaran di lakukan oleh para kompetitor di terapkan, baik itu secara "black Hat" maupun menggunakan strategi "White Hat".
Pebisnis yang tangguh dan pengalaman, tentunya akan mencermati sejauh mana perkembangan bisnis tiket pesawat ini dapat berkembang dengan situasi yang demikian.
Pebisnis tiket pesawat yang tangguh akan menerapkan strategi yang telah di modifikasi, yakni strategi yang telah usang dengan strategi yang terbaru.
Banyak orang yang memulai usaha ini memandang bahwa, dengan menerapkan strategi konvensional dalam menjalankan bisnis ini, maka usaha mereka akan berhasil. hal itu sungguh suatu kelalaian yang mereka tidak sadari.sebagai contoh lihatlah begitu banyak mereka yang yakin dengan strategi pemasaran dalam bentuk kerjasama dengan perusahaan yang notabene selalu mengkhendaki pembayaran yang mundur, mereka tidak memperhatikan cash flow yang terjadi apakah cash flow tersebut dapat dinilai suatu keuntungan atau malahan uang yang seharusnya dapat kita kembangkan dengan lebih bermanfaat menjadi pasif dan lambat. bahkan cenderung dapat beresiko terjadinya kegagalan pembayaran piutang oleh "partner" tersebut.
Di lain sisi ,seperti kita ketahui, bahwa pembelian tiket pesawat dewasa ini, sungguh sangat di permudah oleh maskapai penerbangan selaku penerbit tiket pesawat tersebut sehingga maskapai penerbangan dapat memasarkan tiket pesawatnya secara langsung kepada calon penumpang tanpa melalui travel agent.
Walaupun dari sisi harga yang di jual di website maskapai penerbangan, maskapai tetap menjaga hubungannya dengan seluruh travel agent binaannya selama ini dengan menjual harga yang relatif lebih sedikit mahal dari yang di jual travel agent. Namun hal itu secara terselubung dapat dilihat merupakan suatu rencana strategis maskapai penerbangan dalam memonopoli di bisnis penerbangan ini. baik dari sisi sebagai pemilik armadanya dan sekaligus juga ingin menguasai sistem pemasarannya.
Dengan memangkas fungsi agen sebagai penjual resmi tiket pesawat, maka peluang maskapai tersebut untuk menawarkan harga tiket pesawat murah semakin terbuka lebar. sungguh hal ini merupakan suatu praktek monopoli secara bertahap. karena masyarakat pasti akan memilih kemudahan-kemudahan yang di berikan oleh maskapai tersebut dalam melakukan pemesanan tiket pesawat dibandingkan selisih harga tiket pesawat yang tidak seberapa itu.
Untuk pebisnis pemula dan yang menganut strategi pemasaran konvensional, mereka sangat jarang memperhatikan ancaman terselubung ini. mereka secara yakin berprinsip bahwa dengan memiliki tempat yang strategis di suatu kota, maka pelanggan akan berdatangan. sungguh suatu persepsi yang keliru dalam strategi pemasaran. mengapa di katakan begitu, karena strategi pemasaran tiket pesawat yang demikian hanya bersifat menunggu bola bukan menjemput bola dan strategi ini tidak memperhatikan ancaman dari maskapai itu sendiri seperti yang saya sebutkan tadi.
Hal yang sebaiknya di lakukan oleh pebisnis tiket pesawat dewasa ini menurut saya adalah, dengan memadukan konsep dan SDU (sumber daya usaha) yang di miliki. Tiket pesawat bukan lagi menjadi suatu "komoditi" Utama suatu produk perusahaan travel agent, tiket pesawat saat ini harus di letakkan pada posisi sebagai sesuatu keharusan/pelengkap dari perjalanan, sebagaimana paspor/visa.
Jadi, yang harus di bangun oleh travel agent adalah, bagaimana travel agent dapat memiliki suatu paket-paket perjalanan yang mandiri, sehingga memiliki nilai tambah dari para pesaingya. atau bagi travel agent pemula dapat saja menciptakan layanan penjualan tiket pesawat ini sedemikian rupa sehingga memiliki nilai tambah tersendiri bagi pelanggannya.
Bisa saja dengan memadukan konsep penjualan dan pelayanan . contoh : menjual tiket plus pelayanan antar jemput bandara, antar jemput kelokasi atau malahan mengakomodasi semua kebutuhan perjalanan para pelanggannya tentunya dengan tarif yang telah disesuaikan dan disepakati.
Dengan strategi pemasaran yang demikianlah, maka bisnis tiket pesawat ini dapat berkembang dengan baik.
Di samping contoh kecil di atas yang telah saya paparkan, tentu masih banyak lagi strategi-strategi pemasaran tiket pesawat dapat di lakukan, tentunya dengan terus mengamati perkembangan yang terjadi di bisnis ini. salah satu hal kecil yang harus dilakukan adalah,,"manfaatkan segala potensi sarana promosi yang ada" , jika kita mampu untuk dapat melihat dan memaksimalkan hal tersebut, maka kita akan semakin jauh meninggalkan rival kita di bisnis tiket pesawat ini.
Palembang 10 Oktober 2012
Penulis
Mgs Akhmad Fadly Rizqon, SE
JAKARTA - Setelah di tunda selama tiga kali, wacana di gabungnya passenger service charge (PSC) atau airport tax dengan tiket pesawat PT Garuda Indonesia Airlines Tbk akhirnya resmi berlaku pada Kamis (4/10). digabungnya PSC ini pada mula diberlakukan pada 28 September, tapi ditunda pada 1 Oktober dan kemudian ditunda lagi pada 4 Oktober 2012.
"Penundaan tersebut adalah masa transisi bagi pelanggan yang sudah melakukan pembelian tiket sebelum tanggal 4 Oktober 2012. Oleh sebab demikian, mereka tetap diharuskan melakukan pembayaran pajak bandara secara langsung," ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura II, Trisno Haryadi. Jadi, kata dia, penyatuan ini berlaku bagi penumpang yang telah membeli tiket pesawat per 4 Oktober 2012.
Trisno mengungkapkan kebijakan ini berlaku bagi penerbangan domestik. Namun, Angkasa Pura, menurutnya, tetap berupaya supaya penyatuan tiket pesawat ini berlaku untuk penerbangan internasional juga. Penyatuan pajak bandara ini adalah kerja sama antara PT Angkasa Pura I dan II beserta PT Garuda Indonesia Airlines. Menurut Trisno, untuk maskapai lain silahkan memberlakukan cara demikian dengan syarat sebelumnya yakni membangun sistem manajemennya terlebih dahulu.
Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto, mengungkapkan dengan ditetapkannya penyatuan pajak bandara ini, maka para penumpang tidak perlu antrian lagi demi hanya membayar airport tax. Pujobroto menghimbau agar penumpang tetap membawa print out tiket pesawat untuk memudahkan proses check-in.
Humas PT Angkasa Pura (AP) I, Saryo ketika dikonfirmasi sehubungan dengan proses penyatuan airport tax bagi para penumpang di maskapai Garuda Indonesia, Jumat (5/10) mengatakan bahwa penyatuan itu agar dapat memberikan kemudahan kepada penumpang supaya tidak terkendala dengan penggunaan sistem penggabungan tiket penerbangan tersebut. Sebab, langkah awal kebijakan tersebut hanya diberlakukan kepada pelanggan maskapai GI untuk rute domestik. “Karena untuk yang rute internasional, masih menanti persetujuan dan kesepakatan dengan pihak IATA (International Air Transport Association, red),” .
DIa juga menyampaikan, cost yang wajib dibayarkan sudah termasuk airport tax untuk rute domestik dengan Nilai yang telah ditentukan. Menurutnya, nilai itu akan diberlakukan secara serentak di seluruh terminal kedatangan maupun keberangkatan domestik. “Biaya tiketnya tetap dan tidak ada yang berubah. Kan hanya Rp 40 ribu,” ungkap dia.
Disamping itu, Sales Executive Garuda Indonesia Surabaya, Anthony Zulkarnaen menyatakan, sistem ini tidak mengubah apapun. “Yang diubah hanyalah penumpang tidak lagi melakukan pembayaran di loket,” .
Dilain tempat , Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) daerah Jatim, Ariffudinsyah menyatakan sikap menyambut baik sistem penyatuan airport tax dengan tiket pesawat. Ia hanyalah berharap, pihak pemerintah haruslah lebih lagi memperjelas ketetapan penggabungan tiket pesawat tersebut. “Silakandi buat aturan apapun, yang terpenting bagi kami nilai tersebut tidak berubah. Itu sudah menjadi kebijakan pemerintah. Tentunya Kami akan ikuti,” tukas Arif.
Dia mengaku, ASITA justru merasa diuntungkan dengan mekanisme baru tersebut.
Dilain pihak, pengamat penerbangan, Prof Dr K Martono menegaskan, diberlakukannya penyatuan harga tiket pesawat dan airport tax bisa dilakukan penghematan yang besar. “Yang pasti adalah menghemat pemakaian kertas,” ujarnya.
Menurut dosen tetap di Universitas Taruma Negara Bandung itu, penghematan kertas tersebut nilainya bisa mencapai miliaran rupiah. “Jadi memang lebih efisien bila tiket dan airport tax digabung,” tukasnya.
Selain itu pula dapat memperkecil penggunaan Sumber Daya Manusia (SDM). “Jadi tentunya lebih efisien dan teratur bila keduanya disatukan menjadi satu,” paparnya.
Namun penyatuan tersebut bukannya tanpa kekurangan. masalahnya dapat saja ada kemungkinan perusahaan penerbangan mangkir atau terlambat dalam menyetorkan airport tax ke Angkasa Pura. “Jadi perusahaan dapat saja sungkan menyerahkan atau terlambat menyetor airporttax ke pihak Angkasa Pura. Dan jika hal itu terjadi maka Angkasa Pura dapat mengalami kerugian besar,” katanya.
Untuk mengatasi celah minus tersebut, Martono berharap, sebelum kebijakan itu diberlakukan, maka sangat penting diadakan kesepakatan antara maskapai dengan pihak Angkasa Pura. “Jadi kedua belah pihak sama-sama merasa aman dalam menjalankan regulasi itu,” .
Dan untuk memacu maskapai penerbangan agar membayar airport tax tepat waktu, Angkasa Pura juga harus memberikan reward kepada maskapai penerbangan itu. “Jadi jika ada perusahaan penerbangan yang membayar tepat waktu, maka Angkasa Pura dapat memberikan kompensasi sesuai kesepakatan bersama,”.
Sumber : Surabayapost



Setelah dijemput di bandara peserta tour menuju daerah Tanjung Benoa Nusa Dua untuk melihat keindahan laut di Tanjung Nusa Dua serta mengikuti permainan tambahan olah raga air (water sport) lain seperti: jet ski, parasailing, flying fish, dll (personal account/tambahan biaya). Lalu menuju GWK (Garuda Wisnu Kencana) untuk makan siang di The Brandas Resto (buffet, masakan Indonesia). Setelah makan siang peserta tour langsung menuju pantai Dream Land untuk menikmati pantai dan deburan ombak yang indah. Kemudian menuju Khrisna, tempat dimana banyak di jual souvenir (oleh-oleh) khas pulau Bali dengan harga terjangkau. Lalu ke pura Tanah Lot yang merupakan pura yang terletak di atas karang di tengah lautan. Setelah melihat matahari terbenam (kalau tidak mendung) peserta tour makan malam di Melasti Tanah Lot Restaurant (sup, soft drink, ikan 300 gr, udang 2 pcs, mussel 2 pcs, sate cumi 2 tusuk, nasi, sambal bali, tumis kangkung, dan buah segar), kemudian kembali ke hotel untuk istirahat.
Sarapan pagi. Acara bebas hingga waktu penjemputan tiba. Diantar menuju Airport untuk melakukan penerbangan menuju destinasi berikutnya. Jika hari ke-2 ingin menggunakan mobil dikenakan biaya tambahan mulai dari Rp 250.000/maksimal 10 jam.
Harga Paket Per Orang Untuk Low Season (Rp)
|
|||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Jumlah Peserta
|
|||||||
Nama Hotel
|
2 Orang
|
3 Orang
|
4-6 Orang
|
7-10 Orang
|
11-14 Orang
|
15-17 Orang
|
Book
|
Sanjaya
|
785.000
|
685.000
|
620.000
|
590.000
|
570.000
|
485.000
|
Book
|
AA
|
800.000
|
700.000
|
650.000
|
600.000
|
585.000
|
500.000
|
Book
|
Hidden Oasis Kuta
|
850.000
|
800.000
|
725.000
|
675.000
|
625.000
|
500.000
|
Book
|
Maharani II
|
850.000
|
800.000
|
725.000
|
675.000
|
625.000
|
500.000
|
Book
|
Semesta
|
815.000
|
715.000
|
665.000
|
625.000
|
598.000
|
515.000
|
Book
|
Bagus Hayden
|
825.000
|
725.000
|
675.000
|
635.000
|
615.000
|
525.000
|
Book
|
A Residence
|
825.000
|
725.000
|
675.000
|
635.000
|
615.000
|
525.000
|
Book
|
Puri Dibia
|
825.000
|
725.000
|
675.000
|
635.000
|
615.000
|
525.000
|
Book
|
Bali Sorgawi
|
825.000
|
725.000
|
675.000
|
635.000
|
615.000
|
525.000
|
Book
|
Harmony Legian
|
825.000
|
725.000
|
675.000
|
635.000
|
615.000
|
525.000
|
Book
|
Taman Rosani
|
837.500
|
737.500
|
682.500
|
652.500
|
622.500
|
537.500
|
Book
|
Karthi Kuta
|
837.500
|
737.500
|
682.500
|
652.500
|
622.500
|
537.500
|
Book
|
Bali Segara
|
837.500
|
737.500
|
682.500
|
652.500
|
622.500
|
537.500
|
Book
|
Aneka Kuta
|
850.000
|
750.000
|
700.000
|
670.000
|
645.000
|
550.000
|
Book
|
Palm Beach
|
850.000
|
750.000
|
700.000
|
670.000
|
645.000
|
550.000
|
Book
|
Bakung Beach
|
850.000
|
750.000
|
700.000
|
670.000
|
645.000
|
550.000
|
Book
|
Green Villa
|
850.000
|
750.000
|
700.000
|
670.000
|
645.000
|
550.000
|
Book
|
Restu Bali
|
850.000
|
750.000
|
700.000
|
670.000
|
645.000
|
550.000
|
Book
|
Everyday Smart
|
850.000
|
750.000
|
700.000
|
670.000
|
645.000
|
550.000
|
Book
|
Taman Ayu Legian
|
850.000
|
750.000
|
700.000
|
670.000
|
645.000
|
550.000
|
Book
|
Aroma
|
862.500
|
762.500
|
697.500
|
662.500
|
637.500
|
562.500
|
Book
|
Nathan Kuta
|
862.500
|
762.500
|
697.500
|
662.500
|
637.500
|
562.500
|
Book
|
Grand Sinar Indah
|
862.500
|
762.500
|
697.500
|
662.500
|
637.500
|
562.500
|
Book
|
Gosyen
|
875.000
|
775.000
|
755.000
|
735.000
|
680.000
|
575.000
|
Book
|
Matahari Bungalow
|
875.000
|
775.000
|
755.000
|
735.000
|
680.000
|
575.000
|
Book
|
Arya
|
875.000
|
775.000
|
755.000
|
735.000
|
680.000
|
575.000
|
Book
|
Wida
|
875.000
|
775.000
|
755.000
|
735.000
|
680.000
|
575.000
|
Book
|
Casa Padma
|
875.000
|
775.000
|
755.000
|
735.000
|
680.000
|
575.000
|
Book
|
Taman Ayu Cottage
|
875.000
|
775.000
|
755.000
|
735.000
|
680.000
|
575.000
|
Book
|
Vilarisi
|
875.000
|
775.000
|
755.000
|
735.000
|
680.000
|
575.000
|
Book
|
Melasti Legian
|
850.000
|
790.000
|
745.000
|
725.000
|
675.000
|
600.000
|
Book
|
Seminyak Paradiso
|
850.000
|
790.000
|
715.000
|
695.000
|
675.000
|
600.000
|
Book
|
Lavender Luxury
|
862.500
|
792.500
|
687.500
|
762.500
|
717.500
|
612.500
|
Book
|
Yulia Beach Inn
|
862.500
|
792.500
|
687.500
|
762.500
|
717.500
|
612.500
|
Book
|
Villa Diana
|
885.000
|
825.000
|
800.000
|
775.000
|
725.000
|
625.000
|
Book
|
Diwangkara Sanur
|
885.000
|
825.000
|
800.000
|
775.000
|
725.000
|
625.000
|
Book
|
Oasis Kuta
|
937.500
|
837.500
|
812.500
|
787.500
|
747.500
|
637.500
|
Book
|
Santika Kuta
|
937.500
|
837.500
|
812.500
|
787.500
|
747.500
|
637.500
|
Book
|
Kuta Lagoon
|
937.500
|
837.500
|
812.500
|
787.500
|
747.500
|
637.500
|
Book
|
Adhi Jaya Sunset
|
937.500
|
837.500
|
812.500
|
787.500
|
747.500
|
637.500
|
Book
|
Legian Paradiso
|
950.000
|
850.000
|
825.000
|
800.000
|
755.000
|
650.000
|
Book
|
Melasti Kuta
|
950.000
|
850.000
|
825.000
|
800.000
|
755.000
|
650.000
|
Book
|
Sari Segara
|
950.000
|
850.000
|
825.000
|
800.000
|
755.000
|
650.000
|
Book
|
Adi Dharma
|
962.500
|
862.500
|
837.500
|
812.500
|
767.500
|
662.500
|
Book
|
Aston Inn Tuban
|
962.500
|
862.500
|
837.500
|
812.500
|
767.500
|
662.500
|
Book
|
100 Sunset 2
|
952.500
|
862.500
|
837.500
|
812.500
|
767.500
|
662.500
|
Book
|
Wina Holiday
|
955.000
|
875.000
|
850.000
|
825.000
|
770.000
|
675.000
|
Book
|
100 Sunset
|
975.000
|
875.000
|
850.000
|
825.000
|
770.000
|
675.000
|
Book
|
Best Western Kuta
|
975.000
|
875.000
|
850.000
|
825.000
|
770.000
|
675.000
|
Book
|
J Boutique
|
975.000
|
875.000
|
850.000
|
825.000
|
770.000
|
675.000
|
Book
|
Rivavi
|
975.000
|
875.000
|
850.000
|
825.000
|
770.000
|
675.000
|
Book
|
De Kuta
|
975.000
|
875.000
|
850.000
|
825.000
|
770.000
|
675.000
|
Book
|
Bali Kuta Resort
|
975.000
|
875.000
|
850.000
|
825.000
|
770.000
|
675.000
|
Book
|
Home@36
|
950.000
|
900.000
|
875.000
|
850.000
|
815.000
|
712.500
|
Book
|
Kuta Station
|
975.000
|
925.000
|
875.000
|
850.000
|
815.000
|
712.500
|
Book
|
Puri Saron
|
983.500
|
912.500
|
887.500
|
862.500
|
827.500
|
712.500
|
Book
|
Grand Bali Beach
|
982.500
|
912.500
|
887.500
|
862.500
|
827.500
|
712.500
|
Book
|
Adhi Jaya Kuta
|
995.000
|
925.000
|
900.000
|
875.000
|
830.000
|
725.000
|
Book
|
Aston Grand Kuta
|
995.000
|
925.000
|
900.000
|
875.000
|
830.000
|
725.000
|
Book
|
Jayakarta
|
997.500
|
937.500
|
912.500
|
887.500
|
852.500
|
737.500
|
Book
|
Kind Villa Bintang
|
997.500
|
937.500
|
912.500
|
887.500
|
852.500
|
737.500
|
Book
|
Swiss Bell Segara
|
1.072.500
|
962.500
|
937.500
|
912.500
|
867.500
|
762.500
|
Book
|
Pelangi Bali
|
1.075.000
|
975.000
|
950.000
|
925.000
|
890.000
|
775.000
|
Book
|
Club Bali Mirage
|
1.087.500
|
987.500
|
962.500
|
937.500
|
900.500
|
787.500
|
Book
|
Ramayana Kuta
|
1.150.000
|
1.075.000
|
1.025.000
|
1.000.000
|
965.000
|
850.000
|
Book
|
Swiss Bell Bay View
|
1.150.000
|
1.075.000
|
1.025.000
|
1.000.000
|
965.000
|
850.000
|
Book
|
Grand Mirage
|
1.200.000
|
1.125.000
|
1.075.000
|
1.050.000
|
1.015.000
|
900.000
|
Book
|
Inna Kuta Beach
|
1.225.000
|
1.155.000
|
1.100.000
|
1.075.000
|
1.045.000
|
925.000
|
Book
|
Sun Island
|
1.300.000
|
1.225.000
|
1.175.000
|
1.150.000
|
1.115.000
|
1.000.000
|
Book
|
Ramada Bintang
|
1.325.000
|
1.275.000
|
1.225.000
|
1.175.000
|
1.155.000
|
1.025.000
|
Book
|
Akhyati Villa
|
1.450.000
|
1.350.000
|
1.325.000
|
1.300.000
|
1.275.000
|
1.150.000
|
Book
|
Harga paket tour sudah termasuk: antar jemput bandara - hotel - bandara, kamar hotel (twin sharing), mobil full AC, supir, BBM, makan 1 x siang saat tour (L), 1 x makan malam saat tour (D), tiket nonton tari, tiket masuk objek parawisata, dan air mineral saat tour.
Harga paket belum termasuk: surcharge periode high/peak season untuk kamar hotel, tiket pesawat, pemakaian mobil di luar program tour, extra pemakaian di hotel (telephone, minibar, laundry, dll), dan aktivitas water sport.
Note: Jika ingin mengikuti kegiatan watersport sebaiknya membawa pakaian ganti. Tour tidak digabung dengan peserta/grup lain (private). Tour tidak menggunakan tour guide, hanya supir merangkap guide. Jika peserta tour ingin menggunakan jasa guide, harga ditambah Rp 300.000 dari total harga. Fungsi tour guide yaitu hanya menerangkan sejarah setiap objek parawisata. Armada yang kami gunakan seperti: Avanza (maks. 7 orang), Xenia (maks. 7 orang), APV (maks. 7 orang), Kia Pregio (maks. 10 orang), Isuzu Elf (maks. 14 orang), Mini Bus (maks. 17 orang), dan Bus. Anak-anak umur 11 tahun ke atas dikenakan biaya 100%, anak2 umur 2-10 tahun dikenakan biaya 50% dari harga orang dewasa, sedangkan bayi (dibawah 2 tahun) gratis. Harga nett berlaku untuk WNI dan pemegang KITAS sampai 31 Maret 2013.
Alamat Kantor
|
Kantor Pusat :
Jl. Demang Lebar Daun lrg. Mesuji blok F12 no.642/3338 kelurahan Lorok Pakjo, 30137 Palembang Sumatera Selatan, Indonesia
Kantor Cabang :
|




